POEM
Hai, aku Tari, sudah lama rasanya aku tidak memberikan kabar melalui blog ini, satu menit yang lalu aku kembali membuka note di hpku yang tertera judul puisi didalamnyam berjudul KAMU, aku ingin membagikannya karna puisi ini mengingatkanku pada alm. Ayahku.
Puisi ini menerangkan momen dimana aku mendapatkan panggilan telpon yang aku takuti, maghrib itu menjadi waktu terburukku, aku harus kehilangan cinta pertama ku. Puisi ini ku tulis 3 tahun yang lalu.
Selamat Membaca
Kamu
Hari itu tangisku pecah
Begitu pula alam, yang juga merasa resah
Membersamai kesedihanku
Begitu kudengar kabar darimu
Telingaku saat itu tuli
Seakan enggan menerima situasi
Aku terdiam, serasa mati
Suara dari telpon terus mencoba menenangkan hati
Namun tak kuasa, cinta pertamaku telah mati
Comments
Post a Comment