Posts

Showing posts from December, 2013
ATTENTION!! sekedar memberitahu, kalo untuk saat ini gak bisa post puisi soalnya puisiku akan tercipta kalo lagi liat mas ganteng berhubung liburan jadi gak bisa ketemu. ALWAYS BELIEVED.

6 JB

Just Believe        Aku masih tak percaya, benda lembut ini masih mengulum bibirku. Seketika aku terlonjak dengan ekspresi tak percaya. Bagaimana bisa dia dengan semudah itu mencuri ciuman pertamaku. ciuman pertama? bukankah uks saksi seseorang menciumku dan bahkan aku masih belum tau siapa orang itu.  "Rei ! Apa yang kau lakukan?" "tentu saja mencium pacarku"        Dia mulai mendekatkan wajahnya, mengikis jarak antara wajah kami berdua. Aku mendorongnya kuat. "maaf Rei, tapi ini tidak benar"        Aku beranjak pergi meninggalkannya. Ia mematung disana. Tangisku benar-benar pecah.  "aku mencintaimu, tapi tidak begini caranya"        berlari secepat ku bisa. tanganku terus mengusap bulir kristal yang menetas melalui dagu runcingku. "maafkan aku"        Berkali-kali ku usap bibir ini. masih memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Aku merutuki diri. menghempaskan tubuh perawan dalam balutan selimut tebal. perawa

5 JB

Just Believe        Perasaanki kali aneh, secara tiba-tiba Devi tutup mulut. Beberapa tahun terakhir, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Kami selalu jujur satu sama lain, meski hanya masalah sepele. Prinsip kami adalah jujur dan percaya kunci utama. Tapi kaliini ia melanggar itu.  "Dev, sebenarnya ada apa?"        Mungkinkah? Aku rasa tidak. Akuyakin ini semua tidak ada hubungannya dengan mimpi itu. Tapi rasa itu begitu nyata, hanya dia yang ada disampingku. Atau?. "Aish! Apa yang kau pikirkan? Dia itu sahabatmu. Tentu saja tidak mungkin."        Kenapa hari ini taman begitu ramai? Mungkinkah aku melewatkan sesuatu. "Permisi, boleh saya bertanya?" "Oh tentu, kenapa taman hari ini begitu ramai?" "Oh, akan ada festival spesial hari ibu. Apa anda juga mengikutinya?" "Oh, itu tidak mungkin. Baiklah terima kasih" "Ya"        Untuk beberapa alasan aku benci menghadiri fetival sepert ini. Mengi
HAPPY MOTHER's DAY!! Malem kakak-kakak semua! Inget gak hari ini hari buat siapa? Benar sekali. Ibu.  Wah. Excited.  Kebayang gak sih, perjuangan sembilan bulan itu?  Berhubung penulis seorang wanita, kalo aku ya kebayang lah secara calon ibu ya. Hehe. Yang aku sesali adalah, di hari spesial ini aku gak bisa ngabisin waktuku bareng ibu tercinta. Kami di pisahkan oleh beberapa pulau dan beberapa alasan. Masih bingung mau ngepost apah. Well gimana kalau mothers day kali ini aku ingin masukin ke cerpen ku? Hmmm.. Rei wait for me. Readers sabar menanti yah? Hoho berasa artis padahal nggak. Posthink ajah kan?  See ya. Do not stop loving your mother. Love you bu.. 
Just Believe        Aku mendapati diri tengah meperhatikan, sosok yang selama ini telah mencuri hatiku. Dia berjalan menuju ibu pusaka yang selalu disanjung. Bahkan pemimpin negri tak berani menginjaknya. 68 tahun, sudah dia menghiasi negeri. Mengingat perjuangannya begitu kentara, bahkan keringat pengibarnya menusuk indra yang menghirupnya. Inilah aku mengahadap padanya mengacungkan tangan membentuk sudut 45, berusaha memberikan yang terbaik padanya meski ini melelahkan. Saat perhatianku tertuju pada bendera yang terus berkibar, tak sadar aku. Dia!. Kinintelah berdiri di sebelahku.    "Ah sialnya aku, kenapa ban itu tak bisa kompromi!. Hei apa kau bernasib sama denganku?" "Ah?" "Hei aku bertanya!" "Maaf, bisa kau ulangi?" "Sudahlah lupakan saja, aku sedang kesal!"        Tuhan, apa ini kisahku. Tunjukan aku, jika ya maka bantu aku mendapatkannya. "Siapa nama mu?"        Astaga, bukankah baru kemarin kita pulang
Just Believe        Pernahkah kau berpikir, kalau hidup ini seperti film drama yang sudah dirancang dalam skenario manis yang diperuntukan kepada siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan lebih berarti. Banyangkan sebuah kamera menghampirimu, dan mengajakmu bercengkrama dengan dunianya. Mengajakmu meminkan sandiwara manis, yang sudah disusun serapih mungkin. Kau hanya perlu meletakkan jiwamu dalam gulungan tembaga. Tiba-tiba sebuah pertanyaan datang 'untuk apa kau menjalani semua itu, jika pada akhirnya kau akan menghilang?'.  Sumber suara berteriak sangat lantang, berkali-kali mengucapkan kata yang sama, untuk memastikan bahwa semua orang memperhatikannya.  "Kisah ini, kisah cinta. Bukan sadness!"        Pria berjanggut itu kembali berteriak.  "Aku memberimu nyawa untuk hidup sebagai sebaik-baiknya manusia. Jadikan itu tujuan hidupmu."        Kepulasan tidurku terganggu oleh raungan singa yang kelaparan. "Ah benda ini selalu saja. Oke,
Just Believe        Pandanganku seketika memudar, pendengaranku tiba-tiba lenyap. Ini kah akhir hidupku?, tapi tunggu suara, aku mendengar suara. Ku dekap kupingku, bagai menautkannya disela jari indahku. "Are you okay?"         Kepalaku mencoba memutar memory yang lalu, namun itu menyiksaku. "Aarrrggghhh!!"  "Hei, are you okay?"        Berpikir, apa dia malaikat?, tunggu seseorang memelukku. Hangat. Sungguh hangat. Aku tidak tahu malaikat sehangat ini, jika benar maka ini aku ingin selalu dalam dekapannya. Tapi aku harus meninggalkan cinta, kasih, dan sayang yang telah mereka berikan. Mereka, mereka yang menyayangiku. Tak peduli bagaimana aku.         Ditengah sinar putih yang semakin menjelma, satu titik hitam menodainya. Perlahan namun pasti  titik itu mulai mendekat, mendekat, hingga aku dapan menggapainya. Menggenggamnya begitu erat. Kehangatan itu muncul kembali. "Are you okay?"    Tiga kali sudah aku mendegar kalimat it
CERPEN Malem kakak-kakak. Part 1 just posted..... Happy reading yaaaaaa... Bakal buat untuk selanjutnya.. Ngomong-ngomong, cerpen ini diangkat dari cerita kehidupanku. So update terus yaa... Bakal aupdate tiap hari nih sepertinya aku. Soalnya masa-masa selooo. Hhehe. Moga suka, Amiin 

Just Believe

Just Believe        Disudut ruang dengan penerangan remang. Aku bersandar pada tumbukan Batu besar yang tersusun amat rapi, berkat kerja keras para pria tua yang memaknai hidupnya dengan bongkahan batu itu. Aku kembali tersadar akan tujuanku bersandar disini, dia seorang pria tampan dengan kepribadian baik, rajin, Pintar, manis, lucu. Dialah alasan aku kembali memaknai hidup yang sempat pudar karna masa lalu yang kelam, masa dimana aku diambang kebimbangan, hidup bersedih atau mati bahagia. Kebimbangan itu terus menghantuiku sampai saat dimana, dia muncul dihadapanku tanpa dosa. Mengucapkan namanya dengan hati-hati, peraduan mata terjadi tat diteras rumahku. Semua ini rencana ibuku, wanita tua renta yang hanya ingin kebahagiaan anaknya kembali dan menghapus masa-masa menyedihkan itu. Mataku masih berkutat dengan gerak-geriknya. Aku berpikir apa dia tidak merasa sedang diperhatikan?.         Bola mataku masih memperhatikannya? Dan terus berpikir kapan dia menjadi jelek?wajahnya se
CERPEN kakak!! pengen deh buat cerpen... menurut kakak-kakak semua enaknya bkin cerpen tentang ap ya? yg gak mainstream kali bisa... ditunggu commentnya please..
Image
PUISI malem kakak semuaaa.... hari ini aku ingin share puisi lagi.. berhubung sudah selesai UAS aku mau santai relaksasi pikiran dengan memikirkan sesuatu yang, yeah well you know yang menginspirasi orang lain dengan itu hidupku jadi berguna... oh back to puisi. nah puisi ini mengambarkan tentang kelasku XE yeah...  gak kerasa udah 6 bulan kita bersama.. pengen bikin puisi tentang kelas yah akhirnya kejadian deh.. nah ini nih puisinya.... SO THIS IS WE ARE!! by: Sukosari Devantari to: XE awal, saat keheningan menyapa siluet iblis mulai menjelma tanpa sinar, tanpa cahaya wajah mereka masih samar dimata awal, aku bertanya apakah mereka nyata? atau hanya ilusi semata? terdengar dentuman jiwa deg, deg, deg mereka mendekat! aku menjauh, berusaha memungkiri kejahatan jiwa ratu inggris terdengar hingga khatulistiwa mengajak berlari menuju sinar-Nya redup terang redup terang bukti kehadiran kami sistem kehidupan mengajak menggapai cita
Image
PICTURES hari ini pengen ngeshare foto...